Kamis, 17 April 2008

ANDA JUGA BISA ASALKAN ANDA TAU RAHASIANYA!!!

PERAWATAN WAJAH

PERAWATAN WAJAH

Tips Perawatan Wajah untuk Usia Remaja

Untuk tampil menarik dengan kulit yang halus dan sehat, perlu perawatan sedari dini. Sebaiknya sejak usia belasan tahun, anak sudah mulai dibiasakan untuk merawat wajahnya secara baik dan benar.

Umumnya remaja banyak berhubungan dengan debu dan matahari. Oleh karena itu, agar wajah senantiasa halus dan sehat harus selalu menjaga kebersihan kulit.

Menurut Janny Bodhipala selaku pakar kecantikan, para remaja sebaiknya melakukan beberapa langkah perawatan dasar, yaitu:

1. Selalu mencuci muka dengan sabun cair atau sabun padat khusus muka ketika bangun tidur dan setelah beraktivitas.
Hal ini perlu dilakukan karena karakter kulit ketika remaja mengalami perubahan akibat hormonal tubuh yang ada hubungannya dengan kulit. Oleh karena itu ada istilah kulit berminyak, kering, normal, atau kombinasi. Untuk mereka yang kulitnya berminyak, bisa menggunakan scrub plus tonic sebagai penyegar. Sementara untuk mereka yang memiliki kulit kering atau normal sebaiknya menggunakan cleansing yang lembut plus tonic sebagai penyegar wajah.


2. Karena remaja umumnya beraktivitas di bawah sinar matahari, mereka juga sebaiknya menggunakan krim pelindung dengan SPF 5-6. Setiap 1 SPF setara dengan 15 menit. Jadi jika ingin berenang selama 2,5 jam, sebaiknya menggunakan sun screen dengan SPF 10.

Untuk remaja putri, tak ada salahnya jika menggunakan bedak tabur agar terlihat lebih menarik. Mereka yang kulitnya tidak bermasalah cukup melakukan 2 tahap perawatan ini setiap harinya. Namun jika kulit mereka berjerawat, ada baiknya untuk melakukan perawatan tambahan sebagai berikut:
1. Menggunakan masker untuk jerawat setidaknya satu minggu sekali yang berfungsi untuk mengangkat lemak dan mengecilkan pori-pori (khusus untuk kulit berminyak)

TIPS MEMANFAATKAN MALL SEBAGAI SARANA BELAJAR ANAK

Tips Memanfaatkan Mall Sebagai Sarana Belajar Anak

Tanpa disadari, mal saat ini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, tempat cuci mata, atau sekadar hang out bagi keluarga.

Hampir setiap minggu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di mal. Keperluannya bisa bermacam-macam, mulai dari berbelanja atau sekadar cuci mata dan menghadiri pameran yang sedang berlangsung di salah satu bagian mal.

Beberapa tempat di mal, sebetulnya bukan hanya pantas dijadikan tempat cuci mata, bahkan jika jeli ada saja tempat yang bisa dijadikan media belajar yang baik bagi anak-anak. Suasananya yang menyenangkan tentu membuat anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar di mal.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan mal sebagai media untuk belajar anak:

1. Acara berbelanja yang selama ini menjadi monopoli ibu-ibu bisa dijadikan media bagi anak untuk mempelajari bagaimana cara mengenal produk yang baik (cara memilih ikan atau daging segar), cara mengatur uang jajan dengan memberikan mereka sejumlah uang dan membiarkannya mengatur barang apa yang ingin dibeli, atau bahkan berhitung dengan barang belanjaan yang dibeli (ini tentunya berkaitan dengan pelajaran matematika).


2. Berkunjung ke toko buku juga merupakan salah satu bentuk wisata edukatif yang harus ditanamkan pada anak sedari kecil.
Tanamkan kecintaan membaca pada anak sedari dini. Karena ilmu bukan hanya bisa didapat dari buku pelajaran atau textbook, namun juga dari buku-buku lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin ada hal yang bisa dipelajari anak dari buku komik favoritnya. Jadi biarkan mereka memilih sendiri buku yang diminati.

3. Selain toko buku, anak juga bisa belajar berkompetisi dan ketangkasan di arena permainan yang banyak terdapat di mal.
Ingat, kecerdasan bukan diukur dari IQ semata loh. Anda juga harus memperhatikan EQ-nya.

Ada banyak hal lain yang bisa dipelajari anak secara menyenangkan. Dijamin, metode pembelajaran dengan menggunakan mal sebagai salah satu sarananya pasti akan menyenangkan anak. Asyik kan, bermain dan jalan-jalan sore di mal sambil belajar

Tips Memanfaatkan Mall Sebagai Sarana Belajar Anak

Tanpa disadari, mal saat ini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, tempat cuci mata, atau sekadar hang out bagi keluarga.

Hampir setiap minggu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di mal. Keperluannya bisa bermacam-macam, mulai dari berbelanja atau sekadar cuci mata dan menghadiri pameran yang sedang berlangsung di salah satu bagian mal.

Beberapa tempat di mal, sebetulnya bukan hanya pantas dijadikan tempat cuci mata, bahkan jika jeli ada saja tempat yang bisa dijadikan media belajar yang baik bagi anak-anak. Suasananya yang menyenangkan tentu membuat anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar di mal.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan mal sebagai media untuk belajar anak:

1. Acara berbelanja yang selama ini menjadi monopoli ibu-ibu bisa dijadikan media bagi anak untuk mempelajari bagaimana cara mengenal produk yang baik (cara memilih ikan atau daging segar), cara mengatur uang jajan dengan memberikan mereka sejumlah uang dan membiarkannya mengatur barang apa yang ingin dibeli, atau bahkan berhitung dengan barang belanjaan yang dibeli (ini tentunya berkaitan dengan pelajaran matematika).


2. Berkunjung ke toko buku juga merupakan salah satu bentuk wisata edukatif yang harus ditanamkan pada anak sedari kecil.
Tanamkan kecintaan membaca pada anak sedari dini. Karena ilmu bukan hanya bisa didapat dari buku pelajaran atau textbook, namun juga dari buku-buku lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin ada hal yang bisa dipelajari anak dari buku komik favoritnya. Jadi biarkan mereka memilih sendiri buku yang diminati.

3. Selain toko buku, anak juga bisa belajar berkompetisi dan ketangkasan di arena permainan yang banyak terdapat di mal.
Ingat, kecerdasan bukan diukur dari IQ semata loh. Anda juga harus memperhatikan EQ-nya.

Ada banyak hal lain yang bisa dipelajari anak secara menyenangkan. Dijamin, metode pembelajaran dengan menggunakan mal sebagai salah satu sarananya pasti akan menyenangkan anak. Asyik kan, bermain dan jalan-jalan sore di mal sambil belajar

Tips Memanfaatkan Mall Sebagai Sarana Belajar Anak

Tanpa disadari, mal saat ini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, tempat cuci mata, atau sekadar hang out bagi keluarga.

Hampir setiap minggu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di mal. Keperluannya bisa bermacam-macam, mulai dari berbelanja atau sekadar cuci mata dan menghadiri pameran yang sedang berlangsung di salah satu bagian mal.

Beberapa tempat di mal, sebetulnya bukan hanya pantas dijadikan tempat cuci mata, bahkan jika jeli ada saja tempat yang bisa dijadikan media belajar yang baik bagi anak-anak. Suasananya yang menyenangkan tentu membuat anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar di mal.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan mal sebagai media untuk belajar anak:

1. Acara berbelanja yang selama ini menjadi monopoli ibu-ibu bisa dijadikan media bagi anak untuk mempelajari bagaimana cara mengenal produk yang baik (cara memilih ikan atau daging segar), cara mengatur uang jajan dengan memberikan mereka sejumlah uang dan membiarkannya mengatur barang apa yang ingin dibeli, atau bahkan berhitung dengan barang belanjaan yang dibeli (ini tentunya berkaitan dengan pelajaran matematika).


2. Berkunjung ke toko buku juga merupakan salah satu bentuk wisata edukatif yang harus ditanamkan pada anak sedari kecil.
Tanamkan kecintaan membaca pada anak sedari dini. Karena ilmu bukan hanya bisa didapat dari buku pelajaran atau textbook, namun juga dari buku-buku lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin ada hal yang bisa dipelajari anak dari buku komik favoritnya. Jadi biarkan mereka memilih sendiri buku yang diminati.

3. Selain toko buku, anak juga bisa belajar berkompetisi dan ketangkasan di arena permainan yang banyak terdapat di mal.
Ingat, kecerdasan bukan diukur dari IQ semata loh. Anda juga harus memperhatikan EQ-nya.

Ada banyak hal lain yang bisa dipelajari anak secara menyenangkan. Dijamin, metode pembelajaran dengan menggunakan mal sebagai salah satu sarananya pasti akan menyenangkan anak. Asyik kan, bermain dan jalan-jalan sore di mal sambil belajar

Tips Memanfaatkan Mall Sebagai Sarana Belajar Anak

Tanpa disadari, mal saat ini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, tempat cuci mata, atau sekadar hang out bagi keluarga.

Hampir setiap minggu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di mal. Keperluannya bisa bermacam-macam, mulai dari berbelanja atau sekadar cuci mata dan menghadiri pameran yang sedang berlangsung di salah satu bagian mal.

Beberapa tempat di mal, sebetulnya bukan hanya pantas dijadikan tempat cuci mata, bahkan jika jeli ada saja tempat yang bisa dijadikan media belajar yang baik bagi anak-anak. Suasananya yang menyenangkan tentu membuat anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar di mal.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan mal sebagai media untuk belajar anak:

1. Acara berbelanja yang selama ini menjadi monopoli ibu-ibu bisa dijadikan media bagi anak untuk mempelajari bagaimana cara mengenal produk yang baik (cara memilih ikan atau daging segar), cara mengatur uang jajan dengan memberikan mereka sejumlah uang dan membiarkannya mengatur barang apa yang ingin dibeli, atau bahkan berhitung dengan barang belanjaan yang dibeli (ini tentunya berkaitan dengan pelajaran matematika).


2. Berkunjung ke toko buku juga merupakan salah satu bentuk wisata edukatif yang harus ditanamkan pada anak sedari kecil.
Tanamkan kecintaan membaca pada anak sedari dini. Karena ilmu bukan hanya bisa didapat dari buku pelajaran atau textbook, namun juga dari buku-buku lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin ada hal yang bisa dipelajari anak dari buku komik favoritnya. Jadi biarkan mereka memilih sendiri buku yang diminati.

3. Selain toko buku, anak juga bisa belajar berkompetisi dan ketangkasan di arena permainan yang banyak terdapat di mal.
Ingat, kecerdasan bukan diukur dari IQ semata loh. Anda juga harus memperhatikan EQ-nya.

Ada banyak hal lain yang bisa dipelajari anak secara menyenangkan. Dijamin, metode pembelajaran dengan menggunakan mal sebagai salah satu sarananya pasti akan menyenangkan anak. Asyik kan, bermain dan jalan-jalan sore di mal sambil belajar

Tips Memanfaatkan Mall Sebagai Sarana Belajar Anak

Tanpa disadari, mal saat ini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, tempat cuci mata, atau sekadar hang out bagi keluarga.

Hampir setiap minggu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di mal. Keperluannya bisa bermacam-macam, mulai dari berbelanja atau sekadar cuci mata dan menghadiri pameran yang sedang berlangsung di salah satu bagian mal.

Beberapa tempat di mal, sebetulnya bukan hanya pantas dijadikan tempat cuci mata, bahkan jika jeli ada saja tempat yang bisa dijadikan media belajar yang baik bagi anak-anak. Suasananya yang menyenangkan tentu membuat anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar di mal.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan mal sebagai media untuk belajar anak:

1. Acara berbelanja yang selama ini menjadi monopoli ibu-ibu bisa dijadikan media bagi anak untuk mempelajari bagaimana cara mengenal produk yang baik (cara memilih ikan atau daging segar), cara mengatur uang jajan dengan memberikan mereka sejumlah uang dan membiarkannya mengatur barang apa yang ingin dibeli, atau bahkan berhitung dengan barang belanjaan yang dibeli (ini tentunya berkaitan dengan pelajaran matematika).


2. Berkunjung ke toko buku juga merupakan salah satu bentuk wisata edukatif yang harus ditanamkan pada anak sedari kecil.
Tanamkan kecintaan membaca pada anak sedari dini. Karena ilmu bukan hanya bisa didapat dari buku pelajaran atau textbook, namun juga dari buku-buku lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin ada hal yang bisa dipelajari anak dari buku komik favoritnya. Jadi biarkan mereka memilih sendiri buku yang diminati.

3. Selain toko buku, anak juga bisa belajar berkompetisi dan ketangkasan di arena permainan yang banyak terdapat di mal.
Ingat, kecerdasan bukan diukur dari IQ semata loh. Anda juga harus memperhatikan EQ-nya.

Ada banyak hal lain yang bisa dipelajari anak secara menyenangkan. Dijamin, metode pembelajaran dengan menggunakan mal sebagai salah satu sarananya pasti akan menyenangkan anak. Asyik kan, bermain dan jalan-jalan sore di mal sambil belajar

Tips Memanfaatkan Mall Sebagai Sarana Belajar Anak

Tanpa disadari, mal saat ini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, tempat cuci mata, atau sekadar hang out bagi keluarga.

Hampir setiap minggu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di mal. Keperluannya bisa bermacam-macam, mulai dari berbelanja atau sekadar cuci mata dan menghadiri pameran yang sedang berlangsung di salah satu bagian mal.

Beberapa tempat di mal, sebetulnya bukan hanya pantas dijadikan tempat cuci mata, bahkan jika jeli ada saja tempat yang bisa dijadikan media belajar yang baik bagi anak-anak. Suasananya yang menyenangkan tentu membuat anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar di mal.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan mal sebagai media untuk belajar anak:

1. Acara berbelanja yang selama ini menjadi monopoli ibu-ibu bisa dijadikan media bagi anak untuk mempelajari bagaimana cara mengenal produk yang baik (cara memilih ikan atau daging segar), cara mengatur uang jajan dengan memberikan mereka sejumlah uang dan membiarkannya mengatur barang apa yang ingin dibeli, atau bahkan berhitung dengan barang belanjaan yang dibeli (ini tentunya berkaitan dengan pelajaran matematika).


2. Berkunjung ke toko buku juga merupakan salah satu bentuk wisata edukatif yang harus ditanamkan pada anak sedari kecil.
Tanamkan kecintaan membaca pada anak sedari dini. Karena ilmu bukan hanya bisa didapat dari buku pelajaran atau textbook, namun juga dari buku-buku lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin ada hal yang bisa dipelajari anak dari buku komik favoritnya. Jadi biarkan mereka memilih sendiri buku yang diminati.

3. Selain toko buku, anak juga bisa belajar berkompetisi dan ketangkasan di arena permainan yang banyak terdapat di mal.
Ingat, kecerdasan bukan diukur dari IQ semata loh. Anda juga harus memperhatikan EQ-nya.

Ada banyak hal lain yang bisa dipelajari anak secara menyenangkan. Dijamin, metode pembelajaran dengan menggunakan mal sebagai salah satu sarananya pasti akan menyenangkan anak. Asyik kan, bermain dan jalan-jalan sore di mal sambil belajar

Tips Memanfaatkan Mall Sebagai Sarana Belajar Anak

Tanpa disadari, mal saat ini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, tempat cuci mata, atau sekadar hang out bagi keluarga.

Hampir setiap minggu, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di mal. Keperluannya bisa bermacam-macam, mulai dari berbelanja atau sekadar cuci mata dan menghadiri pameran yang sedang berlangsung di salah satu bagian mal.

Beberapa tempat di mal, sebetulnya bukan hanya pantas dijadikan tempat cuci mata, bahkan jika jeli ada saja tempat yang bisa dijadikan media belajar yang baik bagi anak-anak. Suasananya yang menyenangkan tentu membuat anak-anak merasa tidak terbebani saat belajar di mal.

Berikut ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan mal sebagai media untuk belajar anak:

1. Acara berbelanja yang selama ini menjadi monopoli ibu-ibu bisa dijadikan media bagi anak untuk mempelajari bagaimana cara mengenal produk yang baik (cara memilih ikan atau daging segar), cara mengatur uang jajan dengan memberikan mereka sejumlah uang dan membiarkannya mengatur barang apa yang ingin dibeli, atau bahkan berhitung dengan barang belanjaan yang dibeli (ini tentunya berkaitan dengan pelajaran matematika).


2. Berkunjung ke toko buku juga merupakan salah satu bentuk wisata edukatif yang harus ditanamkan pada anak sedari kecil.
Tanamkan kecintaan membaca pada anak sedari dini. Karena ilmu bukan hanya bisa didapat dari buku pelajaran atau textbook, namun juga dari buku-buku lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin ada hal yang bisa dipelajari anak dari buku komik favoritnya. Jadi biarkan mereka memilih sendiri buku yang diminati.

3. Selain toko buku, anak juga bisa belajar berkompetisi dan ketangkasan di arena permainan yang banyak terdapat di mal.
Ingat, kecerdasan bukan diukur dari IQ semata loh. Anda juga harus memperhatikan EQ-nya.

Ada banyak hal lain yang bisa dipelajari anak secara menyenangkan. Dijamin, metode pembelajaran dengan menggunakan mal sebagai salah satu sarananya pasti akan menyenangkan anak. Asyik kan, bermain dan jalan-jalan sore di mal sambil belajar

Kamis, 10 April 2008

SELAMAT DATANG DI BLOG NELIARTI ONLINE'S

terima kasih atas kunjungan anda ke blog saya,blog ini banyak memberikan informasi tentang jurusan akuntansi